Stupid Talks Around Me

May 17

manjangin #whatsapp.
#poster #instanesia #instagram #ad

manjangin #whatsapp.
#poster #instanesia #instagram #ad

Apr 29

Vandalism..

Vandalism..

Apr 24

fakultas teknologi pertanian (at Fakultas Teknologi Pertanian)

fakultas teknologi pertanian (at Fakultas Teknologi Pertanian)

Feb 26

Thought via Path

Hujan mengguyur setelah sholat isya. Dua orang pemuda berdiri di serambi masjid, terpaku menatap jalanan yang basah karena rintik hujan. Tidak begitu deras air yang turun dari awan hitam yang menyelimuti Semarang. Hanya sesekali suara guntur dan kilatan petir yang seakan berlomba dengan rintik hujan.
Aku bergegas mengenakan sandalku yang saat itu sedang bercengkerama dengan sandal-sandal lain yang tak banyak jumlahnya. Tak ada suara keluar dari mulutku. Bahkan doa keluar masjid tidak kuucapkan waktu itu. Entah kenapa, aku ingin segera pergi dari masjid dekat tempat tinggalku, tanpa menghiraukan hujan yang terlihat semakin deras.
“Mlayu kebes ki”, dengarku samar dari salah seorang pemuda tadi dengan nada menyindir. Tapi aku tak menghiraukannya. Dan aku pun tak mengikuti ucapannya. Pemuda tadi salah, aku hanya berjalan santai di bawah tetesan air hujan. Hanya perlu kuangkat sedikit sarungku agar tidak terciprat lumpur yang terbentuk karena air hujan.
Tidak, bukan maksudku untuk sok di depan pemuda tadi. Tapi pengalamanku yang secara tak sadar membuat keputusan agar aku tetap berjalan tanpa perlu berlari. Ya, tak akan basah kuyub badanku hanya karena hujan. Tak akan meriang badanku hanya karena berjalan di bawah derasnya hujan. Justru jika berlari menerjang hujan lah yang mampu membuat daya tahan tubuhku melemah dan jatuh sakit. Panas tubuh akan berkonfrontasi dengan dinginnya air hujan.
Dan aku memasuki tempat tinggalku, sembari menghentak-hentakkan kaki melepaskan serpihan tanah yang menempel di sandalku. Aku bercermin, senyum, dan berkata “Nggak basah-basah amat tuh”.


-Semarang, 26 Februari 2013, setelah 11 tahun yang lalu- – Read on Path.

Feb 19

Percobaan untuk hari ini. Trial tempura.. Sudah satu jam masih krispi.. – View on Path.

Percobaan untuk hari ini. Trial tempura.. Sudah satu jam masih krispi.. – View on Path.

Feb 18

Ini adalah nasi gurih. Banyak dijual di Area Sekaten. Nasi gurih ini berisi suwiran ayam, separuh telur bebek, sepersekian telur goreng, kedelai kuning goreng,  kedelai hitam goreng,  kacang tanah kupas goreng, lodeh tempe, serundeng, kubis, mentimun, secuil kerupuk rambak, bawang goreng, sayur krecek dan tentu saja nasi gurih. 
Harganya cukup, Rp 10.000… (at Warung Makan & Nasi Gurih “Bu Pah”)

Ini adalah nasi gurih. Banyak dijual di Area Sekaten. Nasi gurih ini berisi suwiran ayam, separuh telur bebek, sepersekian telur goreng, kedelai kuning goreng, kedelai hitam goreng, kacang tanah kupas goreng, lodeh tempe, serundeng, kubis, mentimun, secuil kerupuk rambak, bawang goreng, sayur krecek dan tentu saja nasi gurih.
Harganya cukup, Rp 10.000… (at Warung Makan & Nasi Gurih “Bu Pah”)

Feb 12

Secanggih2nya alatmu bro, kalo buat ngitung ya tetap milih yang di pojok kiri atas, atau kalkulator tunyukan.. – View on Path.

Secanggih2nya alatmu bro, kalo buat ngitung ya tetap milih yang di pojok kiri atas, atau kalkulator tunyukan.. – View on Path.

Clear mind.. – View on Path.

Clear mind.. – View on Path.

Jan 10

Kamu bisa bertahan dalam situasi apa pun. Hanya saja, sampai kapan kamu akan bertahan? Sampai kapan kamu akan mampu hidup dalam situasi yang kamu tidak merasakan kenyamanan di dalamnya?

“Kamu tak akan mendapati pagi yang begitu indah jika subuhmu telat.”